RS Stella Maris Makassar

Social Media --> Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar

“Melayani Dalam Semangat Kasih”

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Social Media --> Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar

“Melayani Dalam Semangat Kasih”

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Gejala dan Pengobatan Diabetes

Social Media :

Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar
"Melayani Dalam Semangat Kasih"

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Gejala dan Pengobatan Diabetes

Gejala dan Pengobatan Diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif yang menyebabkan terjadinya hyperglikemia. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa darah. Hiperglikemia, juga disebut peningkatan glukosa darah atau peningkatan gula darah, adalah efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol dan dari waktu ke waktu menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah.

Jumlah pengidap diabetes di Indonesia  yang berusia 20 – 79 tahun mencapai 19,5 juta warga,  menjadikan Indonesia Negara terbesar ke lima pengidap diabetes di dunia.

Apa saja jenis diabetes?

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat sehingga memicu kerusakan pada organ-organ tubuh.

 

Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Penyebab diabetes tipe 1 masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan penyakit ini terkait dengan faktor genetik dan faktor lingkungan.

 

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi, yakni sekitar 90–95%. Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah resistensi insulin.

 

Selain kedua jenis diabetes tersebut, ada jenis diabetes yang biasa terjadi pada ibu hamil, yakni diabetes gestasional. Diabetes jenis ini disebabkan oleh perubahan hormon pada masa kehamilan, tetapi biasanya gula darah penderita akan kembali normal setelah masa persalinan.


Tanda dan Gejala Diabetes

  1. Meningkatnya Frekuensi buang air kecil
  2. Penurunan berat badan
  3. Kelaparan
  4. Kulit jadi bermasalah
  5. Penyembuhan lambat
  6. Infeksi jamur
  7. Iritasi genital
  8. Keletihan dan mudah tersinggung
  9. Pandangan kabur
  10. Kesemutan atau mati rasa

 

Pencegahan Diabetes

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes di antaranya:

 

  1. Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat
  2. Rutin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik
  3. Menjaga berat badan ideal
  4. Beristirahat dan tidur yang cukup
  5. Berhenti merokok
  6. Menghindari konsumsi minuman beralkohol
  7. Mengelola stres dengan baik
  8. Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam 1 tahun

 

 

 

 

 

 

 

Pengobatan Diabetes Mellitus

Pengobatan diabetes mellitus sangat penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah pasien guna mencegah terjadinya berbagai komplikasi akut dan kronik. Hal tersebut dilakukan melalui empat pilar utama pengelolaan diabetes mellitus, yaitu :

  1. Edukasi

Berupa pendidikan dan latihan tentang pengetahuan pengelolaan penyakit diabetes mellitus bagi pasien dan keluarganya.

  1. Perencanaan makan

Bertujuan untuk mempertahankan kadar normal glukosa darah dan lipid, nutrisi yang optimal, serta mencapai/mempertahankan berat badan ideal. Adapun komposisi makanan yang dianjurkan bagi pasien adalah sebagai berikut: karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, dan protein 10-15%.

  1. Latihan jasmani

Berupa kegiatan jasmani sehari-hari (berjalan kaki ke pasar, berkebun, dan lain-lain) dan latihan jasmani teratur (3-4x/minggu selama ± 30 menit).

  1. Intervensi farmakologis

Diberikan apabila target kadar glukosa darah belum bisa dicapai dengan perencanaan makan dan latihan jasmani. Intervensi farmakologis dapat berupa  Obat hipoglikemik oral/OHO (insulin sensitizing, insulin secretagogue, penghambat alfa glukosidase) dan Insulin, diberikan pada kondisi berikut:

  1. Penurunan berat badan yang cepat
  2. Hiperglikemia berat disertai ketosis
  3. Ketoasidosis diabetic
  4. Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
  5. Hiperglikemia dengan asidosis laktat
  6. Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
  7. Stress berat (infeksi sistemik, operasi besar, AMI, stroke)
  8. Diabetes mellitus gestasional yang tak terkendali dengan perencanaan makanan,
  9. Gangguan fungsi ginjal/hati yang berat
  10. Kontraindikasi atau alergi OHO

Disadur dari berbagai sumber :
https://fk.uii.ac.id/
https://p2ptm.kemkes.go.id/
https://www.who.int/
https://www.alodokter.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *