RS Stella Maris Makassar

Social Media --> Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar

“Melayani Dalam Semangat Kasih”

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Social Media --> Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar

“Melayani Dalam Semangat Kasih”

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Kanker Payudara No.1 terbanyak di Indonesia

Social Media :

Instagram : @rsstellamaris | YouTube : RS Stella Maris Makassar
"Melayani Dalam Semangat Kasih"

Jalan Somba Opu No 273, Makassar - Sulawesi Selatan

CALL CENTER

0813 60 888 100 / 0411 - 871391

WHATSAPP

0813 98 888 200

Kanker Payudara No.1 terbanyak di Indonesia

Kanker Payudara No.1 terbanyak di Indonesia

Kanker Payudara No.1 terbanyak di Indonesia

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umum pada wanita. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara. Insiden penyakit ini semakin meningkat di negara-negara maju (Kemenkes RI, 2015).

Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.

Penyebab terjadinya kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun menurut berbagai penelitian telah ditemukan berbagai faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara atau biasa disebut dengan faktor risiko kanker payudara. Faktor risiko yang paling utama dan paling sering ditemukan pada kasus kanker payudara adalah faktor keturunan dan faktor hormonal berupa hormon estrogen yang berlebih dalam tubuh. Selain kedua faktor tersebut, terdapat beberapa faktor lain yaitu :
1. Gaya hidup yang tidak sehat
Salah satu faktor yang menyebabkan kanker diantaranya adalah konsumsi makanan berlemak, junk food, mengonsumsi alkohol, merokok, dan jarang berolah raga dimana hal ini dapat menyebabkan obesitas.
2. Faktor reproduksi
Menstruasi di usia yang terlalu muda (kurang dari 12 tahun), menopause yang terlalu tua (Lebih dari 50 tahun), belum pernah melahirkan, infertilitas, tidak menyusui, dan pemakaian kontrasepsi oral adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara
3. Riwayat radiasi pada area payudara dan dada
Penggunaan radiasi pada payudara khususnya di usia yang cukup muda dapat menjadi salah satu fakto risiko terkena kanker payudara
4. Riwayat keluarga
Faktor gen BRCA1 dan BRCA2 yang ada pada tubuh memiliki kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara
5. Riwayat penyakit tumor jinak
Adanya tumor jinak pada payudara perlu diwaspadai karena tumor jinak dapat berkembang menjadi tumor ganas atau kanker

Gejala kanker payudara yang dapat dideteksi sendiri dengan melakukan SADARI, seperti :
1. Terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri
2. Terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
3. Perhatikan juga jika terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh
4. Keluar cairan dari putting. Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara


Beberapa studi menyebutkan kanker payudara erat kaitannya dengan faktor hormonal serta genetika. Namun hal yang perlu diingat, pencegahan utama adalah dengan menghindari faktor risiko kanker. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kanker payudara adalah dengan melakukan :
1. Pencegahan primer seperti pengendalian faktor risiko dan peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi.
2. Pencegahan sekunder dilakukan melalui deteksi dini kanker payudara yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
SADARI merupakan metode pemeriksaan sederhana dan paling mudah yang dapat dilakukan dengan menggunakan jari-jari tangan yang dilakukan di depan cermin dengan cara inspeksi untuk melihat perubahan bentuk payudara dan palpasi melalui perabaan untuk mendeteksi adanya massa.

Tingkatkan kewaspadaan anda dengan melakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini.

disadur dari berbagai sumber :
kemkes.go.id
ners.unair.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *